Itinerary Umroh 9 Hari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

 

إِنَّ الله , عَزَّ وَجَلَّ , يَقُولُ : إِنَّ عَبْدًا أَصْحَحْتُ لَهُ جِسْمَهُ ، وَأَوْسَعْتُ عَلَيْهِ فِي الْمَعِيشَةِ تَمْضِي عَلَيْهِ خَمْسَةُ أَعْوَامٍ لاَ يَفِدُ إِلَيَّ لَمَحْرُومٌ.

“Sesungguhnya Allah Azaa wa jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghadiri undangan-Ku (naik haji dan umroh , karena yang berhaji dan umroh disebut tamu Allah,) maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi (dari kebaikan)

Day 01

Jakarta – Jeddah / Madinah

Jamaah berkumpul di Lounge Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Selanjutnya Jamaah diterbangkan ke Jeddah / Madinah, setelah sampai di Bandara tujuan, Proses Imigrasi selesai dan Jama’ah langsung menggunakan Bus AC menuju Hotel di Madinah.

Day 02

Madinah.

Beribadah di Masjid Nabawi, bersama-sama Ziaroh ke Raudhah, Makam Rasulullah SAW, sahabat Abu Bakar dan Umar serta komplek Pemakaman Syuhada di Baqie.

Day 03

Madinah.

Ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatin, Jabal Uhud, Percetakan Al Quran serta Kebun Kurma / Pasar Kurma dan kembali ke Masjid Nabawi.

Day 04

Madinah – Makkah.

Chek Out Hotel, menuju Bir Ali – Dzul Hudaifah, jamaah mengambil Miqod Umrah, setelah itu langsung menuju Makkah untuk melaksanakan Umroh , Thawaf, Sai dan Tahalul.

Day 05

Makkah.

Memperbanyak Ibadah di Masjidil Haram , Thawaf Sunnah, Tadarus.

Day 06

Makkah.

Ziarah ke Padang Arafah, Muzdalifah, Mina (Napak Tilas Haji), Jabal Nur, Jabal Tsur, selanjutnya kembali ke Makkah.

Day 07

Makkah.

Memperbanyak Ibadah di Masjidil Haram , Thawaf Sunnah, Tadarus.

Day 08

Makkah – Jeddah – Jakarta.

Thawaf Wada, Check Out Hotel dan langsung menuju Jeddah untuk City Tour, setelah itu
transfer ke King Abdul Aziz Airport, selanjutnya terbang ke Jakarta.

Day 09

Jakarta.

Alhamdulillah Jamaah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

” Kemasan perjalanan ini tidak lepas dari riset kami terhadap jamaah umrah Indonesia, yang pada umumnya tidak terlalu mempermasalahkan jarak dan kelas hotel di Madinah, dikarenakan kontur alam Madinah yang cenderung datar. Berbeda dengan di Mekkah yang memiliki kontur sebaliknya, dari hotel (di sekitar) ke Masjidil Haram cenderung mananjak, sehingga mendapatkan fasilitas hotel berbintang  (sangat dekat dengan Masjidil Haram) merupakan sebuah keistimewaan).”